Pengertian Autism

Autism Disorder

Autisme (autism) merupakan gangguan pada sistem syaraf pusat yang berdampak pada gangguan interaksi sosial, gangguan komunikasi verbal- nonverbal dan perilaku tertentu yang cenderung terbatas, mengulang dan tidak mempunyai ketertarikan terhadap hal lainnya (baru). Autisme mempunyai banyak gejala lainnya yang menyertai gangguan tersebut seperti permasalahan penggunaan bahasa, menjalin hubungan dan memiliki interpretasi yang berbeda dalam merespon lingkungan sekitarnya. Autisme diartikan sebagai gangguan syaraf mental di awal perkembangan masa kanak-kanak, meskipun kadang diagnosa autisme itu sendiri tidak terdeteksi ketika sejak masa prasekolah atau masa sekolah. Gejala autisme kemungkinannya telah muncul ketika usia anak mencapai 12-18 bulan. Perilaku karakteristik autisme sendiri mudah terdeteksi pada usia 3 tahun, misalnya dengan mengetahui keterlambatan dalam berbicara atau penguasaan kosa kata pada masa prasekolah. Keterlambatan anak menguasai bahasa sampai usia 5 tahun menjelang sekolah merupakan permasalahan yang sering terjadi pada anak-anak autisme, gejala-gejala yang tampak pada autisme dapat terlihat secara jelas pada usia 4-5 tahun ketika anak mengalami permasalahan dalam berinteraksi sosial dengan usia sebayanya. Permasalahan tersebut akan terus berlanjut pada fase perkembangan selanjutnya, bahkan seumur hidupnya.

TANDA-TANDA ANAK AUTIS

Adapun tanda tanda Anak autis menunjukkan gangguan–gangguan dalam aspek-aspek berikut ini:
Cara Anak Austistik Berkomunikasi :
• Sebagian tidak berkomunikasi baik verbal maupun nonverbal.
• Tidak mampu mengekpresikan perasaan maupun keinginan
• Sukar memahami kata-kata bahasa orang lain dan sebaliknya kata-kata/bahasa mereka sukar dipahami maknanya..
• Berbicara sangat lambat, monoton, atau tidak berbicara sama sekali.
• Kadang-kadang mengeluarkan suara-suara aneh.
• Berbicara tetapi bukan untuk berkomunikasi.
• Suka bergumam.
• Dapat menghafal kata-kata atau nyanyian tanpa memahami arti dan konteksnya.
• Perkembangan bahasa sangat lambat bahkan sering tidak tampak.
• Komunikasi terkadang dilakukan dengan cara menarik-narik tangan orang lain untuk menyampaikan keinginannya

Cara Anak Austistik Bergaul :
• Tidak ada kontak mata
• Menyembunyikan wajah
• Menghindar bertemu dengan orang lain
• Menundukkan kepala
• Membuang muka
• Hanya mau bersama dengan ibu/keluarganya
• Acuh tak acuh, interaksi satu arah.
• Kurang tanggap isyarat sosial.
• Lebih suka menyendiri.
• Tidak tertarik untuk bersama teman.
• Tidak tanggap / empati terhadap reaksi orang lain atas perbuatan sendiri.
• Cara Anak Autistik Membawakan Diri :
• Menarik diri
• Seolah-olah tidak mendengar (acuk tak acuh/tambeng)
• Dapat melakukan perintah tanpa respon bicara
• Asik berbaring atau bermain sendiri selama berjam-jam.
• Lebih senang menyendiri. .
• Hidup dalam alam khayal (bengong)
• Konsentrasi kosong
• Menggigit-gigit benda
• Menyakiti diri sendiri
• Sering tidak diduga-duga memukul teman.
• Menyenangi hanya satu/terbatas jenis benda mainan
• Sering menangis/tertawa tanpa alasan
• Bermasalah tidur/tertawa di malam hari
• Memukul-mukul benda (meja, kursi)
• Melakukan sesuatu berulang-ulang (menggerak-gerakkan tangan, mengangguk-angguk dsb).
• Kurang tertarik pada perubahan dari rutinitas
Kepekaan Sensori Integratifnya Anak Autistik :
• Sangat sensitif terhadap sentuhan ,seperti tidak suka dipeluk.
• Sensitif terhadap suara-suara tertentu
• Senang mencium-cium, menjilat mainan atau benda-benda.
• Sangat sensitif atau sebaliknya, tidak sensitif terhadap rasa sakit.
Cara Pola Bermain anak autistik :
• Tidak bermain seperti anak-anak pada umumnya.
• Kurang/tidak kreatif dan imajinatif
• Tidak bermain sesuai fungsi mainan
• Menyenangi benda-benda berputar, sperti kipas angin roda sepeda, dan lain-lain.
• Sering terpaku pada benda-benda tertentu
Keadaan Emosi Anak autistik :
• Sering marah tanpa alasan.
• Sering mengamuk tak terkendali (temper tantrum )bila keinginan tidak dipenuhi.
• Tiba-tiba tertawa terbahak-bahak atau menangis tanpa alasan
• Kadang-kadang menyerang orang lain tanpa diduga-duga.
Kondisi Kognitif Anak Autis :
Menurut Penelitian di Virginia University di Amerika Serikat diperkirakan 75 – 80 % penyandang autis mempunyai kemampuan berpikir di bawah rata-rata/retardasi mental, sedangkan 20 % sisanya mempunyai tingkat kecerdasan normal ataupun di atas normal untuk bidang-bidang tertentu.
• Sebagian kecil mempunyai daya ingat yang sangat kuat terutama yang berkaitan denga obyek visual (gambar)
• Sebagian kecil memiliki kemampuan lebih pada bidang yang berkaitan dengan angka.
Sedikit ulasan tanda tanda anak autis diatas semoga mambantu anda untuk lebih faham dan lebih mengerti sehingga orangtua lebih waspada dan mengetahui kondisi anak anak anda.(Fauzan S/RAM/1/2014)